Gapai Cita-Citamu, Katakan Tidak Untuk Narkoba

Rabu, 04 November 2009

REMUNERASI 2010..


Jakarta - Belanja pegawai dalam RAPBN 2010 naik hingga Rp 25 triliun menjadi Rp 158 triliun. Kenaikan itu merupakan kompensasi dari pemberian remunerasi bagi sejumlah Kementerian/Lembaga (K/L).

"Seluruh belanja pegawai itu Rp 158 triliun. Naik dari Rp 133 triliun pada 2009. Dalam APBN 2010 ini yang kita sebut dengan remunerasi beberapa K/L. Apa itu termasuk kenaikan gaji menteri, sepanjang masuk dalam item yang kita maksud, ya gak masalah," ungkap Harry saat ditemui seusai rapat anggaran di DPR, Jakarta, Selasa (3/11/2009).

Harry menyatakan, DPR telah menyetujui alokasi dana tersebut selagi Menteri Keuangan bisa menjelaskan dasar pengambilan keputusan itu. Pihaknya, dalam hal ini DPR, juga meminta kepada pemerintah untuk melakukan remunerasi K/L

"Itu sudah wilayah APBN 2010. Kita sudah minta pemerintrah untuk lakukan remunerasi beberapa K/L sepanjang anggarannya sudah ada dalam belanja pegawai yang Rp 158 triliun yang masuk ke cadangan," jelas Harry.

Harry mengungkapkan, remunerasi ini bukan menyebabkan gaji para pejabat negara berbeda-beda, tetapi yang membedakan adalah tunjangannya. Tunjangan ini, papar Harry, berbeda berdasarkan risiko kerja para pejabat negara tersebut.

"Kalo gaji saya kira sama. Tapi remunerasi bisa berbeda, tunjangan bisa berbeda. Sesuai dengan tunjangannya, misal menteri pertahanan karena menghadapi perang, mungkin lebih besar tunjangannya," ujar Harry.

(nia/qom)
Baca Selengkapnya...

Rabu, 28 Oktober 2009

9 PERSONIL BERPRESTASI


Resbabar - 9 orang personil berprestasi di Polres Babar menerima reward pada hari Rabu tanggal 28 Oktober 2009 di Mapolres Bangka Barat

Selama dipimpin oleh Kapolres AKBP SUHARJO, polres bangka barat banyak mengalami kemajuan dalam hal pembenaran administrasi, keuangan, logistik dan pembinaan personil . Begitu juga dalam hal kasus kasus menonjol yang terjadi di bangka Barat mampu diungkap dengan hasil yang memuaskan. Pembinaan personil secara pelan pelan mulai ditata sedemikian rupa menurut kebutuhan organisasi. Dalam kepemimpinannya Kapolres Bangka Barat memberikan penilaian kepada personil dengan reward and punishment, yang melakukan pelanggaran diberikan punishment dan yang mampu menunjukkan prestasi dalam pelaksanaan tugas diberikan reward.
Pada hari Rabu tanggal 28 Oktober 2009 dilaksanakan upacara pemberian reward kepada 9 orang personil Polres Bangka Barat yang mampu menunjukkan prestasinya dalam mengungkap beberapa kasus menonjol yang terjadi di wilayah hukum Polres Bangka Barat, diantaranya adalah kasus pembunuhan dan curat yang terjadi di Jebus, kasus pembunuhan dan curat yang terjdi di Kundi. Kasus tersebut mampu diungkap dengan cepat dan dengan hasil yang memuaskan. Hal ini tentu saja mampu memunculkan penilaian positif dari masyarakat tentang kinerja Polres Bangka Barat.
Kasus menonjol lain yang terjadi di Bangka Barat adalah pengungkapan kasus Ganja sebanyak 3 (tiga) kilogram.Kasus ini dianggap menonjol karena baru pertama kali terjadi di Bangka Barat dengan barang bukti sebanyak itu. Pemberian reward ini diharapkan bisa memacu semangat anggota yang lain untuk berprestasi di bidangnya masing-masing. Reward tidak hanya diberikan untuk personil yang bertugas di bidang operasional saja, tetapi juga diberikan kepada personil yang bertugas di bidang staff, tentunya yang mampu menunjukkan dedikasi yang tinggi daam melaksanakan tugas pokok sehari hari.
9 orang personil polres Bangka Barat yang menerima reward adalah AKP TRI SETYADI ARTONO, SH, SIK, IPDA EKA AGUSFRI, Amd, IK, BRIGADIR REKI POPIANSYAH, BRIPTU MARTIAN HADI CIPTA, BRIPTU REZA IRAWAN, BRIPTU ADRIANSYAH, BRIPTU AGUS RIANTO, BRIPTU SARASI SAMOSIR dan BRIPTU M. TRIANSYAH PAHLEVI.
Selaku Irup Kapolres Bangka Barat AKBP SUHARJO menyampaikan amanatnya bahwa sebagai personil yang bertugas di lapangan dan bertemu langsung dengan masyarakat harus mampu memberikan kepercayaan bahwa Polres Bangka Barat bisa memberikan pelayanan, pengayoman dan perlindungan yang baik kepada masyarakat. Hal ini menyongsong program “partnership” pada 2010 kedepan, setelah sebelumnya program “transbuilding” dilaksanakan pada tahun 2009 ini. Kapolres Bangka Barat AKBP SUHARJO juga berpesan bahwa di akhir masa jabatannya, personil Polres Bangka Barat tetap menjaga kedisiplinan dan menjaga nama baik kesatuan yang selama ini telah terjaga dengan baik.
Serah terima Kapolres Bangka Barat AKBP SUHARJO kepada AKBP DIAN HERIANTO rencananya akan dilaksanakan di Polda Kep. Bangka Belitung pada hari Jumat tanggal 30 Oktober 2009.
Baca Selengkapnya...

Selasa, 27 Oktober 2009

Polres Bangka Barat ungkap kasus bunuh dan curat di Jebus

Wilson menyerah di gunung

Ingin Uang Bunuh Tukang Ojek


MUNTOK, BANGKA POS--Pelarian Wilson (22) berakhir di lereng perbukitan gunung Dempo Sumatera Selatan.
Wilson dengan dua nama als Dodi dan Ijon tersangka pembunuh Rusli tukang ojek di Tambang 25, Desa Jebu, Kecamatan Jebus beberapa waktu yang lalu akhirnya ditangkap di persembunyinnya sebuah pondok perkebunan kopi di bawah perbukitan Talang Mertenang, lereng Gunung Dempo, Pagar Alam, Senin (9/2) dinihari.

Perburuan terhadap Wilson bukan perkara gampang.

Polisi sebulan lebih untuk mengendus persembunyian pembunuh ini. Kota di Pulau Bangka seperti Jebus, Belinyu, Sungailiat dan Pangkalpinang diaduk-aduk mencari Wilson.

Tak berhasil, Kapolres Bangka Barat kemudian membentuk Tim Gabungan Buser berkekuatan empat orang dipimpin Kasat Reskrim AKP Tri Setyadi untuk meringkus Wilson. Perburuan hingga ke kampung halaman tersangka di Pagar Alam, Provinsi Sumsel.

Sekali tembakan ke udara dini hari itu Wilson akhirnya menyerah setelah sepekan tim gabungan Polres Bangka Barat turun naik bukit menyisir sejumlah tempat.

Pria dengan rambut dicat kuning langsung diborgol untuk disebrangkan ke Muntok guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Bangka Barat, AKBP Suharjo langsung turun ke Dermaga Penyeberangan Kapal Cepat di Tanjung Kalian didampingi Adpel Muntok, Hermanto, begitu tim bersama tersangka menumpang kapal cepat Sumber Bangka merapat di dermaga, Rabu (11/2).

Beberapa awak pelabuhan termasuk tukang ojek juga sempat berkerumunan. “Itu ya Mas tersangka pembunuhan tukang ojek kabar dari kawan-kawan seperti itu,” bisik salah seorang tukang ojek kepada harian ini.

Kapolres cukup terperanjat mendengar pengakuan polos tersangka seolah tanpa beban saat dimintai keterangan di ruang riksa mapolres Bangka Barat.
Wilson menghabisi nyawa Rusli dengan menghujam tiga tusukan pisau.

Dua tusukan di bagian perut serta satu di ulu hati Rusli, warga asal Perumnas, Desa Sekar Biru, Kecamatan Jebus.

Ditawar Rp1,5 Juta

Aksi Wilson benar-benar merepotkan polisi. Jasad Rusli ditemukan di lokasi semak-semak dalam keadaan bersimbah darah. Hasil penyelidikan anggota, uang Rp15.000 dan motor Jupiter MX serta seluruh surat yang berada di kantong korban ikut raib.

Jejak Wilson berkat olah TKP dan beberapa keterangan saksi yang melihat Wilson mengendarai Jupiter MX milik korban beberapa saat setelah korban ditemukan meninggal.

Keterangan ini diperkuat dari seorang pemilik warung di wilayah Simpang Kelapa yang pernah ditawari membeli motor Jupiter MX seharga Rp1,5 juta. Beberapa warga tak juga tak asing dengan wajah Wilson, pria asal Sindang Panjang, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Pagar Alam.

Wilson sehari-hari menumpang di rumah saudaranya bernama Sahidin di Desa Penganak. Setelah tiga thaun merantau ke Jebus, dia ikut bekerja TI.
Wilson pura-pura memanfaatkan jasa ojek Rusli untuk diantar melewati Tambang 25. Niat baik tersebut ternyata sudah direncanakan.

Di pertengahan jalan, tersangka meminta korban menghentikan laju motornya dan menusuk perut korban berkali-kali. “Saya tusuk dia sampai tiga kali, dua dibagian perut satu dibagian ulu hati,” ujar Wilson, saat dikonfirmasi Bangka Pos Group, dari balik tahanan Mapolres Bangka Barat.

Miliki Tiga Nama

Kapolres Bangka Barat, AKBP Suharjo menyambut baik tugas yang telah dilaksanakan anggotanya. “Kita sangat berterima kasih kepada anggota yang punya dedikasi tinggi, punya kemauan dan tanggung jawab.

Mudah-mudahan dengan terungkapnya kasus yang serupa kedepan tidak ada lagi kasus-kasus yang sama di masyarakat. Karena ada efek jera bagi pelaku,” ujar Kapolres.

Tim Gabungan Buser Polres Bangka Barat yang dibentuk tak mudah menangkap Wilson alias Ijon alias Dodi. Bahkan Wilhem bapak tersangka saat ditemui anggota Buser di kawasan pondok perbukitan mencat rambutnya warna kuning, persis seperti rambutnya Wilson.

“Prilaku ini aneh dan perbuatan tersebut katanya baru sekitar seminggu. Tapi kita punya ciri-ciri tersangka yang asli kuning merah serta tahi lalat di dagu,” ujar Kasat Reskrim AKP Tri Setyadi saat memimpin jalannya penangkapan Wilson.

Bahkan saat digerbek di lokasi pondok perbukitan pertama bapak tersangka tak tahu keberadaan anaknya.

Sampai tim kemudian menyusuri perbukitan ketiga. “Karena kasus ini atensi pimpinan bahwasannya setiap kasus yang menonjol harus diungkap walaupun capek tetap kita laksanakan,” ujar Tri.

Barang bukti sepeda motor dan pakaian tersangka turut diamankan polisi guna penyidikan lebih lanjut. (udy)bangkaposedisi: 12/Feb/2009
Baca Selengkapnya...